#30HariMenulisSuratCinta - “Surat Pertama Dari Penjara.”

17 Jan 2011

Halo Lily,

Dari sahabatku tercinta, Dion, kutitipkan suratku ini. Apa aku mengagetkanmu? Jika ya, pasti tidak terlalu. Mungkin alis mata kananmu hanya terangkat lalu muncul kerut pada keningmu. “Apa-apaan Si Igo ini, di zaman ini menulis surat!” Mungkin begitu. Hehehe..

Ah, sebagai Igo yang aneh sekaligus kekasihmu yang menyebalkan, aku memohon, kiranya kamu mau mengerti atau setidaknya memaklumi, bahwa aku ingin menyenangkanmu. Itu saja. Bukankah itu yang harus dilakukan seorang lelaki? Mengerahkan segala kemampuannya demi wanita? Maka ini satu yang hanya aku bisa. Menulis surat.

Aku tahu, belum cukup semangatmu untuk jadi pembaca setia suratku ini. Kau suka belanja, menonton film dan duduk berjam-jam di kursi salon. Itu menyulitkanku untuk membuatmu tengkurap di tempat tidur lalu membaca surat cintaku sampai mata berkaca-kaca. Dengar Lily, ini tantanganku. Relakan waktu luangmu untuk sesuatu yang kau anggap membosankan ini, sebentar saja!

Maka simaklah baik-baik, bukan dengan sembarangan aku mengatur barisan abjadku ini. Ini penjiwaanku, aku ingin menjiwaimu. Ini cintaku, karena aku mencintaimu. Semoga kau patuh kepada makna yang aku tanam di tiap kata, semoga kau terbang oleh sayap yang ada di punggung-punggung kalimat. Aku harap bisa begitu.

Sebelum surat ini benar-benar surat, izinkan aku memulainya dengan puisi. Tidak banyak. Hanya empat baris dan kau bisa membacanya dalam 5 detik. Begini,

Ini malam yang dingin.

Aku terancam beku.

Kuraba lagi api kenangan.

Canda tawa yang hangat.

Apa kau tahu maksudnya? Kemungkinan besar, belum.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post