• 28

    Dec

    Aku Percaya Kepada Senyum

    Aku percaya bila kau tersenyum, malaikat bersorak-sorai. Aku percaya bila kamu tersenyum, ada malaikat cantik bertepuk tangan. Aku percaya bila kau tersenyum, ada pesta meriah di surga sana. Aku percaya kepada senyum, seperti ada banyak malaikat sedang mengepung bola mataku. Aku percaya kepada malaikat atas senyum orang yang tulus seperti kamu.
  • 15

    Dec

    Kadang kita harus membuatnya kesal, benar-benar kesal, sangat kesal, sampai ia hampir menjadi gila dan mulai menggilaimu.
  • 7

    Dec

    Percakapan Dengan Teman Tentang Musik

    Sebenarnya saya tidak begitu suka program musik yang sering tayang di pagi hari. Pada dasarnya itu program yang bagus untuk meningkatkan dunia musik tanah air dengan menyediakan lahan untuk para musisi mengeksiskan diri, namun ada yang mengganjal di balik itu. Contoh, saya melihat penonton di salah satu program yang seakan mereka sedang bersenam pagi. Mereka mengikuti instruktsi dari seseorang di balik layar, persis gaya yang pernah saya lakukan di depan kelas di waktu TK. Saya tidak pernah benar-benar melihat mereka menikmati musik yang sedang dimengerti. Mereka hanya tahu bersenang-senang ada di situ, semacam “Horeee, masuk TV!” Tetapi ada pula yang menguap-uap di depan kamera, pula menari-nari dengan ekspresi datar. Jujur, kalau menonton program yang satu itu, saya lebih me
  • 2

    Dec

    “Apa yang harus kau katakan? Bungkam itu teriak di dalam hati, melengking ketenanganmu. Sebenarnya kau harus tahu, mengatakan yang sebenarnya lebih mudah daripada kau terus memendam dusta. Meski ada waktu yang menghukum perjalananmu, tetapi langkahmu sedang menjauhi lubang yang sama. Katakan padanya dengan berani, intonasikan rasa takut kehilangannya!” ***
  • 29

    Nov

    Kalimat Indah - Senyuman

    Selamat malam. Bukankah ini malam yang melelahkan? Aku rasa begitu. Di malam ini, maksudku di ambang pintu mimpiku, aku tergerak untuk menulis lagi. Kali ini aku ingin menulis tentang seberapa berartinya sebuah kalimat bagi senyuman. Mungkin kamu pernah merasakan, di mana waktu kamu membaca buku sambil senyum-senyum sendiri. Atau seseorang mengatakan sesuatu padamu, lalu kemudian kamu tersenyum. Bukankah kalimat adalah sesuatu yang ampuh untuk menciptakan senyum? Aku pikir begitu. Namun kalimat yang bisa menciptakan senyum pada wajahmu, bukanlah kalimat yang sembarangan. Artinya, ada makna di balik kalimat itu yang merangsang saraf wajahmu untuk memberi senyum. Lalu kalimat yang semacam apa yang bisa membuat orang tersenyum? Tentu kalimat yang sedap didengar, manis dan dimengerti. I
  • 29

    Nov

    Beberapa manusia, entah berapa, mereka kagetan. Mereka protes padahal latah.
  • 29

    Nov

    Tweet-tweet

    Suatu waktu, aku menyimak timeline. Waktu itu aku hanya sedang bingung tentang apa lagi yang harus kumainkan di Twitter. Maka kuperhatikan saja mereka semua, mereka yang berlalu lalang dalam layarku. Seperti yang pernah ku-tweet sebelumnya, bahwa “nikmatnya bila aku sedang lelah menulis adalah aku jadi suka untuk membaca .” Ada banyak kategori tweet di timeline-ku pada hari itu. Masing-masing menggambar isi kepala mereka dengan tweet yang mereka pamerkan. Sedang aku jadi mulai asyik sendiri. Memerhatikan macam kalimat yang terpajang dan mundar-mandir di dalam layar. Seperti biasanya, “kegalauan” masih mendominasi dan mencerahkan timelineku. Sisanya aku menangkap nikmat macam-macam topik dan pengetahuan, pula menemukan banyak berita dan informasi. Setelah lumayan la
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post