• 1

    Dec

    Palbis - Wanita Cantik Dalam Antrian

    Seseorang bertanya kepada Palbis, “Pal, kira-kira bagaimana kamu mengajak kenalan seorang wanita?” Palbis tertawa. Ia tidak seniat menghafal kiat hanya untuk berkenalan dengan wanita. Tetapi memang untuk menyodorkan tangannya di depan wanita cantik, Palbis memulainya dengan tidak biasa. Strategi yang muncul begitu saja, seperti inspirasi yang tiba-tiba datang waktu melamun. “Hahahaha.. Entahlah!” Jawab Palbis tertawa tenang. “Sejujurnya, aku suka merasa malu mau kenalan. Padahal hasrat ingin tahu namanya seakan tidak terbendung lagi. Tetapi kaki seakan terpaku di atas tanah, tidak mampu bergerak menghampirinya.” Kata Si Tukang Tanya. “Hehehehe.. Jangan malu, dong! Jadi laki-laki itu harus percaya diri. Kalau kau tidak percaya diri, ke mana wani
  • 29

    Nov

    Kalimat Indah - Senyuman

    Selamat malam. Bukankah ini malam yang melelahkan? Aku rasa begitu. Di malam ini, maksudku di ambang pintu mimpiku, aku tergerak untuk menulis lagi. Kali ini aku ingin menulis tentang seberapa berartinya sebuah kalimat bagi senyuman. Mungkin kamu pernah merasakan, di mana waktu kamu membaca buku sambil senyum-senyum sendiri. Atau seseorang mengatakan sesuatu padamu, lalu kemudian kamu tersenyum. Bukankah kalimat adalah sesuatu yang ampuh untuk menciptakan senyum? Aku pikir begitu. Namun kalimat yang bisa menciptakan senyum pada wajahmu, bukanlah kalimat yang sembarangan. Artinya, ada makna di balik kalimat itu yang merangsang saraf wajahmu untuk memberi senyum. Lalu kalimat yang semacam apa yang bisa membuat orang tersenyum? Tentu kalimat yang sedap didengar, manis dan dimengerti. I
  • 29

    Nov

    Es Krim Belia

    Suatu sore, Belia ada di lobi gedung Fakultas Ekonomi. Duduk sendiri di anak tangga sambil melumat es krim dengan penghayatan. Sepoi-sepoi mengibas rambutnya yang lembut. Joko yang duduk tidak jauh darinya hanya bisa terbata-bata. Belia berhasil memaku mata Joko dengan tidak disengaja sambil membayangi andaikan ia jadi es krim itu. Konyol! Belia tidak begitu mengenal Joko dengan baik. Andai kata Joko memberanikan diri untuk duduk di sampingnya seraya hanya sek edar mengajak ngobrol, bukan tidak mungkin Joko hanya merusak suasana kenikmatan es krim itu. Lalu apa yang harus Joko lakukan? Tetapi Joko melangkahkan kakinya secara santun, menghampiri Belia dengan penuh kepercayaan diri. Itu yang penting. Sebagai laki-laki, kepercayaan diri haruslah mapan. Ia tersenyum lalu bertanya pada Bel
Prev -

Author

Follow Me

Search

Recent Post